Praktisi Mengajar di Sekolah Program SMK Pusat Keunggulan

Sebagai institusi pendidikan vokasional, SMK perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap evolusi industri. Meskipun demikian, siswa SMK juga harus memenuhi tanggung jawab belajar mereka untuk mengembangkan pemahaman kognitif dan konsep-konsep yang mendalam. Pada kenyataannya, hal ini terkadang menciptakan ketidakseimbangan dalam tuntutan pembelajaran mereka.

Mengerti tuntutan profesionalisme dalam dunia industri menjadi suatu keharusan, sehingga lulusan SMK dapat dengan percaya diri memasuki lingkungan kerja. Untuk mengatasi kesenjangan antara SMK dan kebutuhan industri, inisiatif tersebut direspons melalui program Praktisi Mengajar. Dengan harapan, ilmu yang diperoleh langsung dari para profesional dapat menambah wawasan serta kepercayaan diri siswa.

Program praktisi mengajar yang diadakan pada hari Selasa 14 November sampai jum’at 17 november digelar di Aula SMK Negeri 1 Batu dan diikuti oleh siswa-siswi jurusan kuliner. Program ini ditujukan kepada siswa-siswi jurusan kuliner dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai dunia kerja

Praktisi mengajar dimulai dengan acara pembukaan resmi yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Joko Santoso, S.Pd, MT. dan Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu Bapak Supriyatno ST.,MM, Analisis Kebakaran Bapak Edy Suprapto, SH, Analisis Kebakaran Ahli Pertama Ibu Tri Martiningsih sebagai pemateri. Hari pertama Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada siswa tentang bahaya dan hal dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja lebih besar, hal ini diantaranya :

  1. Deteksi kebocoran gas.
  2. Cara melakukan penghentian kebocoran gas yaitu, mendatangi sumber gas dan melepas regulator dengan tenang.
  3. Menguasai diri untuk tidak panik.
  4. Penggunaan alat pemadam menggunakan kain yang telah dibasahi.
  5. Penggunaan alat pemadam menggunakan alat pemadam.

Pada hari ke dua tanggal 15 November 2023 yang di isi oleh pemateri dari HRD The Singhasari Resort Batu Ibu Ike Risma Yuniar menjelaskan pentingnya untuk membangun kebiasaan dari budaya kerja yang telah diterapkan di industri. Antara lain :

  1. Menerapkan 10-5-3, yaitu 10 langkah mengadakan kontak mata 5 langkah memberikan senyuman 3 langkah memberikan salam dan menawarkan bantuan.
  2. Melakukan praktik secara langsung dengan beberapa problem solving.
  3. Menunjukkan arah, caranya seluruh telapak tangan dibuka dan diarahkan ke arah yang dituju.
  4. Memberikan solusi saat tamu mengalami kesulitan misalnya dengan mengantarkan kamu hingga tujuan dalam ruangan area kerja (dalam lingkungan hotel).
  5. Menerapkan pemberian salam, senyum dan sapa pada setiap bertemu dengan tamu.

Hari ke tiga dan ke empat siswa kelas x dan tim guru dari jurusan kuliner melakukan pelatihan pembuatan lamien yang di dampingi oleh Chef Hengki Willem dan Chef Didit dari Hotel Grand Mercure Malang pelatihan ini bertujuan supaya siswa dapat membuat mie prosedur yang tepat. hal yang di pelajari oleh siswa antara lain :

  1. pemilihan bahan baku.
  2. Pembuatan adonan.
  3. Teknik pembuatan lamien (mie yang langsung cetak masak).
  4. Pembuatan hidangan mie ayam, mie tom yum dan miso ramen.

Dengan melibatkan para praktisi industri dalam pembelajaran, SMK dapat lebih efektif mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan persyaratan dunia kerja yang sesungguhnya. Selain itu, langkah ini juga dapat berperan dalam mengurangi kesenjangan antara lulusan SMK dan kebutuhan industri.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Comments

No comments to show.