Workshop Penguatan Kelembagaan BKK Program SMK Pusat Keunggulan

BKK atau Bursa Kerja Khusus memang memiliki peran yang penting dalam membantu lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keahlian mereka. Dengan adanya BKK, diharapkan angka pengangguran dapat dikurangi, dan lulusan SMK dapat lebih mudah memasuki dunia kerja. BKK biasanya bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan industri untuk mencocokkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan SMK. Selain itu, BKK juga dapat memberikan informasi dan bimbingan karir kepada para lulusan untuk membantu mereka memahami pasar kerja dan mempersiapkan diri dengan baik.

 

This slideshow requires JavaScript.

Workshop Penguatan Kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK) merupakan salah satu program SMK Pusat Keunggulan Skema Lanjutan Tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 23 November 2023 di Aula SMK Negeri 1 Batu. kegiatan dimulai dengan pembuakaan resmi oleh Kepala Sekolah Bapak Joko Santoso, S.Pd, MT, Sekertaris Dinas Tenaga Kerja Kota Batu Bapak Adiek Imam Santoso, SnE., MM sebagai pemateri, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 4 Malang Bapak Triyudi Yudawan, S.Pd sebagai pemateri, Institut Pariwisata TRI SAKTI Jakarta Bapak Tri Djoko Sulisityo dan  peserta bapak ibu guru SMKN 1 batu.

Pemaparan Materi dari Bapak Adiek Imam Santoso, SnE., MM adalah :

  1. Peran Kunci BKK di Jawa Timur : BKK memiliki peran sentral dalam penerimaan pekerjaan di Jawa Timur, berfungsi sebagai ujung tombak untuk membantu lulusan SMK memasuki dunia kerja.
  2. Keseimbangan Input dan Output : Proses BKK seharusnya memastikan keseimbangan antara input (jumlah lulusan) dan output (penyerapan tenaga kerja). Hal ini dapat diukur melalui review berkala terhadap lulusan setiap periode.
  3. Passion Sebagai Dasar Pendidikan : Menekankan pentingnya passion sebagai dasar utama dalam mencetak alumni SMK yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
  4. Penyesuaian Program dengan Kebutuhan Pasar : BKK perlu melakukan telaah kebutuhan pasar dan berkolaborasi dengan sekolah untuk membuka kelas yang relevan, baik secara formal maupun informal.
  5. Kualitas Kepemimpinan BKK : Kepemimpinan BKK harus bermutu dan berkualitas, dengan parameter kemajuan yang jelas. Administrasi yang tertib, penyelenggaraan job fair secara rutin, dan kerja sama dengan pemberi kerja melalui MOU/PKS menjadi langkah penting.
  6. Tindak Lanjut Penelusuran Alumni : Diperlukan tindak lanjut yang terstruktur dalam penelusuran alumni, termasuk kerjasama dengan Disnaker, pembuatan AK1, dan kegiatan dua tahap selama enam bulan.
  7. Persiapan Sekolah untuk Lulusan SMK : Peningkatan soft skill, pemahaman bahwa bekerja adalah ibadah, pengelolaan database alumni, dan perencanaan sistem database BKK adalah persiapan kunci sekolah untuk menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja.
  8. Program Kerja BKK : Tim BKK perlu menyusun program kerja yang jelas, termasuk tujuan umum dan khusus. Fokus pada peningkatan skill dan soft skill, kerjasama dengan industri melalui MOU, serta pembentukan kerjasama mendalam dengan DU/DI untuk penerimaan alumni.

Pemaparan materi dari bapak Triyudi Yudawan, S.Pd :

  1. Pameran Hasil Produk Siswa : Program BKK menggelar pameran hasil produk siswa pada saat pengambilan raport, melibatkan undangan kepada wali murid dan industri. Ini bertujuan untuk memperlihatkan prestasi dan kemampuan siswa kepada masyarakat umum serta membuka peluang kerja.
  2. Tracer Study dan Data Pendukung : Saat dilakukan Tracer Study, penting untuk mempersiapkan data dengan matang untuk setiap kegiatan. Hal ini mencakup data mengenai prestasi siswa, keberlanjutan karir, dan keterlibatan dalam program-program BKK.
  3. Pembuatan Group Alumni : Pembentukan grup alumni menjadi langkah penting untuk memudahkan pendataan alumni. Ini dapat menjadi sumber informasi yang berharga dalam mengukur efektivitas program BKK dan mengevaluasi dampaknya terhadap keberhasilan karir alumni.
  4. Patokan MOU dengan Industri Baru : Pembentukan MOU dengan industri baru memerlukan empat patokan, yaitu kesesuaian industri dengan kompetensi jurusan, kebersediaan melakukan uji kompetensi, fasilitas yang diberikan oleh sekolah dan siswa, serta komitmen merekrut alumni. Ini bertujuan untuk menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan antara sekolah dan industri.
  5. Survei Orang Tua dan Pembekalan PKL : Program BKK melibatkan survei orang tua dengan memberikan link saat pembekalan PKL. Ini membantu mendapatkan masukan dan pemahaman dari orang tua mengenai program BKK dan aktivitas lainnya.
  6. Program Inkubator Bisnis : Program inkubator bisnis dimasukkan untuk mendukung program BKK berwirausaha. Ini melibatkan pemetaan keinginan siswa untuk berwirausaha sejak kelas 10, dengan didampingi oleh ahli dan guru PKK yang mengontrol pelaporan bisnis siswa.
  7. Partisipasi dalam Program P5 : BKK ikut serta dalam program P5 yang berfokus pada tiga kategori keberkerjaan, wirausaha, dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Ini menunjukkan komitmen BKK untuk memberikan dukungan terintegrasi dalam berbagai jalur karir.
  8. Persiapan Lomba BKK : Untuk menyiapkan lomba BKK, dibutuhkan data yang lengkap dan MOU yang kuat dengan tanda tangan kepala dinas. Hal ini memastikan kelancaran pelaksanaan lomba dan memperkuat hubungan dengan instansi terkait.

Pemaparan Materi dari Bapak Tri Djoko Sulisityo :

Alumni memiliki peran yang sangat penting dalam membangun citra dan identitas lembaga. Oleh karena itu, lembaga perlu menciptakan sarana atau wadah khusus untuk membina hubungan dengan para alumni. Wadah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya alumni, tetapi juga sebagai sumber daya yang berpotensi membantu lembaga dalam menangani penyerapan siswa baru. Selain itu, para alumni dapat memberikan motivasi dan berbagi pengetahuan baru kepada siswa yang masih berada dalam proses pendidikan. Hal ini akan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat koneksi antara lembaga dengan jaringan alumni, sekaligus mendukung pengembangan dan kesuksesan siswa baru yang melanjutkan pendidikan di lembaga tersebut.

Dengan implementasi langkah-langkah ini, diharapkan BKK dapat menjadi agen yang efektif dalam memperkuat hubungan antara lulusan SMK dan pasar kerja, serta membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Timur.

 

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Comments

No comments to show.